Pulau - Tambak

Diracik oleh Unknown | Label: | Pada Rabu, 20 April 2011 pukul 23.03

Etalase Tambak
(By: Edhhy KOPI)

Pulau nan sangar menjadi bandara
Rumah singgah semata belaka
Menyumbang sedikit hiruk-pikuk perjalanan dunia
Merauk asam tak lupa garam untuk ditempa
Mungkin berguna tiada yang tahu
Tetapi juga……………..
Tak membuat kaki berujung lelah
Terus melangkah mengubur susah

Tak jarang sirine menyeru menjadi rambu di hati anganku
Sempat tahu tapi tak sempat
Siapa yang tahu itu bertuan
Entah apa, siapa, dari mana yang menjelma
Membuat angan menghiraukan seruan
Tetap menjadi bulatan angan
Langkah kedepan tiada berbalik terus kedepan tanpa melirik
Untuk sedikit laku perburuan
Menuju petak etalase tambak


Perjalanan Hidup
(By: kholil KOPI)

Pulau kecil nan semu awal dari sebuah perjalanan.
Berawal dari rangkaian tersebut kita mulai meniti karir.
Apapun yang kita lakukan sudah pasti diikuti sepasang mata yang terus mengintai.
Tetap teguh apa yang akan kita lakukan setiap hari.
Walaupun hilir yang membuat kita berhenti hanyalah sebuah tambak.

Orang-orang kelaparan
(By: Goentoer KOPI)

Pulau itu kelihatan begitu suram ketika aku datang.
Aku terperangah, ketika teman-teman kecilku menjadi kotor dan tak terurus.
Sangat kotor seperti orang-orang lumpur yang keluar dari sarangnya.
Aku melihat semua menjadi seperti sebuah tempat pertarungan manusia mencari makan.
Seperti ikan-ikan yang berebut makanan di dalam tambak.

Bukan Pulau Tambak
(By: Aconk)

Pulau yang kini muak akan tradisi lama.
Bukan dikikis air akan derasnya ombak.
Tapi nyata akan muaknya tradisi lama.
Yang seakan tak lagi dibayangi tradisi.
Di sudut pulau yang tak lagi ramai akan gurauan para nelayan tua.
Beberapa tahun yang lalu masih rencana yang digambarkan akan terbentangnya sebuah bangunan penghancur tradisi lama.
Lambat laun, sekitar pesisir yang terbengkalai akan petakan-petakan tanah kini surut akan cerita naskah lama.
menceritakan cerita akan petakan tua perairan tambak.


Celoteh:

Ada 0 celoteh untuk Pulau - Tambak

Posting Komentar

redaksi kopi. Diberdayakan oleh Blogger.